Hubungan Sodium Silicate
dan Keramik

By Ajidharma Corporindo (Distributor Bahan Kimia)
12 Desember 2018

Produsen keramik biasanya menggunakan sodium silicate sebagai deflocculant, yang merupakan zat penipisan. Senyawa ini ditambahkan ke slip untuk dapat mencegah pengendapan partikel tanah liat, mengurangi jumlah air yang ada dalam slip sehingga cetakan tak cepat jenuh.

Jumlah deflocculant yang diperlukan hanya sedikit biasanya antara 0,2%-0,5% dari jumlah tanah liat kering yang dipakai, sedangkan jumlah air sekitar 35%-50%. Penggunaan yang terlalu banyak akan membuat cetakan mudah rapuh serta hasil cetakan yang lebih sulit dipotong atau dirapikan. Yang perlu pertimbangan adalah bagaimana mengurangi kandungan air pada cetakan tetapi juga menjaga tingkat kecairan dari slip tanah liat tersebut.

Secara singkat pengaruh deflocculant pada slip tanah liat adalah:

  • Mencegah pengendapan partikel tanah liat. Dengan adanya deflocculant,   partikel tanah liat tidak akan saling gabung, sehingga campuran tanah liat air tetap pada keadaan suspensi.
  • Mengurangi jumlah air yang ada dalam slip tanah liat. Bubur tanah liat tanpa deflocculant mengandung±60% air. Dengan adanya deflucculant, air yang ditambahkan cukup 35%-50% saja.
  • Menghindarkan cetakan gips dari kejenuhan yang terlalu cepat. Efek dari pengurangan air dalam slip adalah cetakan gips tidak cepat jenuh dengan air.
  • Untuk mendapatkan slip tanah liat yang baik perlu disimpan dalam keadaan rapat selama 2-3 hari.
gallery/keramik